Universitas Catur Insan Cendekia (UCIC) kembali
menunjukkan komitmennya dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat
melalui program International Community Services yang bertemakan “Empowering
Micro, Small, and Medium Enterprises in the Global Economy”. Program ini
berkolaborasi dengan African Institute for Multidisciplinary Studies (AIMS)
dari Somalia dan diselenggarakan pada 9 September 2024. Kegiatan ini dihadiri
oleh sekitar 120 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, akademisi, dan
mahasiswa. Acara ini merupakan wujud nyata kontribusi UCIC dalam pengabdian
masyarakat yang melibatkan kolaborasi lintas negara. Tujuan utama dari kegiatan
ini adalah untuk memperkuat hubungan antarbudaya serta memberikan solusi
inovatif bagi tantangan sosial yang dihadapi oleh masyarakat, terutama di
kalangan UMKM.
Pada kegiatan ini, UCIC menghadirkan empat pembicara kompeten yang memberikan wawasan mendalam mengenai berbagai aspek penting bagi UMKM. Mereka adalah Assoc. Prof. Dr. Chandra Lukita, S.E., M.M., Rektor UCIC, Prof. Dr. Ir. H. M. Yani Syafei, M.T., CSBA. dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), H. Iing Daiman, S.IP., M.Si., Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, dan Abdisamad Abdirahman Omar, Ph.D., Direktur AIMS, Somalia. Masing-masing pembicara memberikan materi yang mencakup topik-topik penting seperti strategi peningkatan kualitas produk, pentingnya inovasi, serta pemanfaatan digitalisasi dalam branding dan manajemen rantai pasok. Topik-topik tersebut memberikan panduan praktis bagi pelaku UMKM untuk menghadapi pasar global yang semakin kompetitif.
Dalam sambutannya, Rektor UCIC menekankan pentingnya
inovasi dan kreativitas bagi pelaku UMKM agar dapat bertahan dan berkembang di
pasar internasional. UCIC berharap para pelaku UMKM yang dibina dapat
mengembangkan potensi produk mereka untuk bersaing di kancah global. Hal ini
sejalan dengan harapan Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, H. Iing Daiman, S.IP.,
M.Si., yang menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pelaku
UMKM untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar global. Ia juga berharap acara
ini dapat menjadi langkah awal bagi UMKM di Cirebon untuk meningkatkan daya
saing mereka di pasar internasional. Selain itu, Abdisamad Abdirahman Omar,
Ph.D., dari Somalia menekankan pentingnya adaptasi terhadap era digital, yang
meliputi pemanfaatan teknologi digital untuk membangun merek secara virtual dan
mengelola rantai pasok dengan lebih efisien.
Selain memberikan wawasan tentang inovasi dan
digitalisasi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya kualitas produk yang
menjadi dasar bagi keberhasilan UMKM dalam bersaing di pasar global. Prof. Dr.
Ir. H. M. Yani Syafei, M.T., CSBA., dalam pemaparannya, menjelaskan tentang
konsep Quality-Cost-Delivery-Flexibility yang harus diterapkan dalam setiap
proses produksi UMKM. Menurut beliau, kualitas produk yang baik berawal dari
proses yang baik, yang melibatkan pengelolaan sumber daya yang tepat, mulai
dari bahan baku hingga proses produksi. Penerapan konsep ini diharapkan dapat
membantu UMKM meningkatkan daya saing mereka di pasar global, dengan memastikan
produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga dapat memenuhi
standar internasional.
Program International Community Services yang
diselenggarakan oleh UCIC ini menegaskan komitmen universitas dalam mendukung
pertumbuhan UMKM sebagai pendorong utama ekonomi masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan
bagaimana kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta
dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. UCIC juga terus
berperan aktif dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam
pengabdian masyarakat, dengan mendukung UMKM agar siap menghadapi tantangan
global. Melalui kolaborasi internasional yang strategis, UCIC berupaya untuk
memperluas kontribusinya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di
tingkat internasional. Ke depan, UCIC berharap dapat terus memberikan dampak
positif bagi masyarakat, sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan UMKM
dengan peluang internasional yang lebih luas.
Comments
Post a Comment